H. Amin

Panen Nila Bonus Jamur

Kalau punya tanah segini saja, (± 7m x 8 m) dari pada buat kontrakan, pendapatannya hanya setiap bulan.  Mending buat kolam nila di atasnya kebun jamur. Setiap hari dapat Rp 35.000 dan 3 minggu sekali panen anak nila senilai Rp 50.000,” tutur H. M. Amin, peternak ikan di Cipayung, Jakarta Timur.


Hasil panen sebanyak itu hanya salah satu ilustrasi besaran panen dalam setiap petakan kolam yang dimiliki Amin.  Sekarang, pria ini mengelola kolam pembenihan Nila sebanyak 19 buah.  Nila dipilih lantaran ikan ini mudah berkembang biak dan irit pakan.  “Ikan kecil makan lumut gratisan, sedang nila besar cukup dikasih daun singkong.  Tidak tergantung pelet.  Berbeda dengan lele, kalau tidak dikasih pelet jadi besar kepala,” papar Amin.

Usaha ikan ini dimulai sejak 5 tahun lalu. Awalnya, Amin menggeluti bisnis ikan nila siap konsumsi.  Saat itu belum melirik sektor pembibitan.  Bibit ikan untuk dibesarkan dibeli dari daerah Tulungagung, Jawa Timur. Menurutnya, harga bibit ikan dari tempat itu lebih murah daripada harga ikan di Jawa Barat, khususnya dari Sawangan, Depok.

Memilih pembibitan

Dengan mendatangkan bibit ikan dari Jawa Timur, Amin merasa lebih leluasa menguasai pasar.  Sebab mampu menjual ikan dengan harga berasing.  Selisih harga  mencapai Rp 4000 – 5000 / kg. Namun, bisnis ikan konsumsi itu tidak dapat terus berputar.  Amin menemukan banyak kendala.  Diantaranya yaitu butuh tenaga kerja yang banyak, juga biaya transportasi yang besar.  Jual beli ikan segar siap konsumsi juga terkendala maraknya piutang macet. Kasus ini tidak ditemui di bidang pembibitan ikan.  “Pembayaran harus selalu dilakukan di muka.  Kalau belum dibayar, ikan tidak dikasih, ungkap pria asal Aceh itu. Fluktuasi harga pakan juga sering menjadi problem.

Keuntungan lain dari sektor pembibitan nila yaitu ikan tidak mengalami penyusutan bobot setelah menjalani pengiriman.  Penyusutan bobot dialami oleh ikan lele.  Atas dasar alasan itu, akhirnya Amin memilih bisnis pembibitan ikan nila gift sebagai jala pengeruk rejeki.

Pembibitan nila sangat efisien dalam pemanfaatan modal.  Sebab, ikan ini tidak tergantung pada pelet.  Pasokan pakan nila kecil lebih banyak dari lumut yang tersedia secara gratis dalam kolam.  Sedangkan nila induk diberi pakan cacing sutera yang dibeli murah dari pemasok disekitar tempat usaha.  Menu lain yaitu daun tanaman singkong yang ditanam di sekitar kolam.

Ikan nila yang akan digunakan sebagai induk harus dipilih lebih dulu.  Ikan yang ukuran badanya terlalu besar tidak baik digunakan sebagai induk.  Sebab, ikan seperti itu umumnya sudah beranak berulangkali.  Induk ideal memiliki besar badan seukuran telapak tangan orang dewasa. Induk nila produktif sampai  5 kali beranak.  Setelah itu induk diafkir.

Menurut Amin, bisnis ikan nila gift berpeluang besar.  Kebutuhan ikan daging ikan nila tergolong tinggi.  Untuk keperluan konsumsi katering, kebutuhan filet ikan nila gift juga besar.  Permintaan nila gift banyak berdatangan dari luar Jawa.  Yaitu dari Bangka, Sulawesi dan Kalimantan.  Setiap 3 minggu ia bisa menjual sekitar 100.000 – 200.000 ekor benih nila gift.  Bila harga benih nila Rp 50 / ekor, maka omzet rata-rata yang diperoleh Amin dapat diperkirakan sekitar Rp 5 juta – 10 juta / 3 minggu. Omzet sebesar itu diperoleh dari kolam sebanyak 19 petak.  Dengan ukuran petakan rata-rata 7 x 8 m.

Bibit nila dikirim ketika panjang badannya masih berukuran 1 – 1,5 cm.  Ukuran nila yang lebih besar rawan mati bila dikirim jarak jauh.  Ikan tesebut akan saling memangsa ekor.  Bibit nila mampu bertahan selama 6 –7 jam dalam kemasan. Harga anakan dijual Rp 50 – 80 / ekor.  Sedangkan nila gift siap konsumsi dijual seharga Rp 10.000/ kg.

Bagi pemula, sebelum memulai usaha pembibitan nila gift harus memiliki kolam.  Tidak perlu membuat kolam permanen berbahan semen.  Kolam terpal saja sudah cukup.  Ukuran kolam 3 x 4 m saja.  Disarankan kedalaman air tidak lebih dari 40 – 50 cm.  Air yang terlalu dalam membuat bibit ikan sulit mengambil udara.  Akibatnya, pertumbuhannya terhambat.  Atau, tingkat kematian menjadi tinggi.  Bila bibit nila berukuran 2 cm, air ditambah menjadi 40 cm.  Kemudian setelah ikan  berukuran 3 – 4 cm air didalamkan menjadi 50 cm.

Ikan dewasa butuh kedalaman air berkisar antara 1 – 1,2 m.  Kolam berukuran 3 –4 m diisi ikan nila sebanyak 25 ekor.  Setelah dewasa, ikan akan melangsungkan perkawinan dan beranak dalam kolam itu juga. Induk nila merawat anaknya di dalam mulut. Penyapihan dilakukan ketika anak nila telah seukuran bulir padi.  Penyapihan dilakukan pada waktu pagi hari.  “Sama seperti manusia, induk nila biasanya menjemur anak-anaknya di bawah sinar matahari padi. Pada saat itu saya suruh anak buah saya misahin anak nila dari induknya,” imbuhnya.

Nilai Plus Dari Jamur

Pendapatan tersebut hanya bersumber dari ikan nila.  Selain panen bibit ikan, Amin juga rutin menuai jamur yang ditanam di dalam rak bersusun di atas kolam ikan.  Jamur tiram itu bisa dipanen setiap hari.  Dalam setiap petak berukuran 7 x 8 m, Amin dapat memperoleh pendapatan sebanyak Rp 35.000 / hari.

Amin tak menyia-nyiakan kondisi lembap di atas kolam.  Ketua Kelompok Petani Ikan Super Murah ini memanfaatkannya sebagai tempat membudidayakan jamur Tiram.  “Kita tak perlu melakukan foging dengan sprayer, suhu di atas kolam berkisar antara 22 – 23C.  Ideal untuk pertumbuhan jamur.  Tuturnya.  Jamur tersebut bisa dipanen setiap hari.  Bag lok atau kantung jamur bisa menghasilkan jamur selama 5 bulan.  Usai itu harus diganti dengan baglog yang baru.

Selain dipanen sebagai jamur konsumsi, Amin juga menjajakan jamur itu dalam bentuk baglog siap tanam.  Bag log tersebut telah diisi dengan bibit jamur.  “Banyak petani jamur yang ambil bag log dari saya. Harganya tak mahal, saya jual Rp 6000 / bag log,” tuturnya.  Bag log tersebut siap menghasilkan jamur sekitar 2 – 3 minggu.  Pria kreatif ini juga siap mebagikan keahliannya kepada setiap petani yang tertarik membudidayakan jamur.  Tarifnya cukup murah.  Hanya Rp 150.000 sampai peserta menguasai materi.  Karena tariff yang murah seperti itu, Amin pernah menuai protes dari mantan “gurunya” di Bogor.  “Kalau terlalu murah nanti banyak orang yang niru, padahal bagi saya kalau banyak yang meniru justru semakin besar peluangnya. Sudah ada yang mengatur rejeki. Tiap orang mendapat rejeki dari bidang-bidang yang berbeda, sekalipun terlihat sama,” tutur pria yang akrab dipanggi Pak Haji itu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s