Rezeki Berkelanjutan Via Bisnis Organis

Memberi & Melayani


Dalam upaya mewujudkan kearifan terhadap lingkungan, pertanian organis banyak dilirik orang.  Namun patut disayangkan, masih banyak orang belum bisa secara tepat memahaminya.  Akibatnya, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam filosofi Pertanian Organis sering terabaikan.

“Sebenarnya, racun yang paling berbahaya itu bukan pestisida, melainkan sikap hidup egois.  Sejak kecil kita sudah terbiasa dengan aneka bentuk permainan saling mengalahkan.  Jarang ditemukan permainan yang mengajarkan karya pelayanan. Saling mendukung dan memenangkan semua pihak,” tutur RM V. Kirjito PR, pendaping paguyuban petani organis dan Gerakan Masyarakat Cinta Air di  Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Pria yang akrab dipanggil Lik Kir ini juga mengatakan, pertanian organis (bukan organik) adalah awal dari sebuah ajakan untuk menyelamatkan lingkungan hidup.  Organis lebih tepat daripada sekadar organik. Gerakan pertanian organis bukan sekadar agenda beramai-ramai menentang pestisida,  pupuk sintetis, teknis pengolahan lahan, bukan hanya soal penganekaragaman tanaman, pemuliaan bibit, antipupuk kimiawi, penggunaan pestisida dan demo rame-rame menentang “penjajahan terselubung” di sektor pertanian. Konsep Pertanian Organis sesungguhnya hanyalah “pemicu awal” terselenggaranya tatanan kehidupan organis yang bermuara pada keselamatan dan kelestarian alam semesta. 

Organis mengandung arti sangat dalam dan luas.  Bisa diterapkan dalam segala aspek kehidupan.  Termasuk di bidang bisnis.  Kata “Organis” berarti memiliki sifat seperti organ.  Saling terkait, membutuhkan dan melayani.  “Layaknya tubuh kita yang organis.  Tangan melayani mulut, mulut melayani perut, kemudian, perut memberi tenaga untuk melayani seluruh organ. Ketika salah satu unsur atau organ sakit, akan berdampak kepada organ lain,” tutur pastur yang juga aktif di bidang pelestarian air itu.

Hal senada diutarakan oleh Pastor Agatho Elsner,  tokoh pertanian organis di Bogor. Menurutnya, nilai organis seharusnya  diterapkan dalam segala bidang bisnis atau usaha.  Dimulai dari proses produksi, pengolahan, pemasaran, sampai proses konsumsinya.  “Kalau mau disebut organis, semua proses yang dilalui harus organis.  Kalau mau untung, harus menanam (memberi) dulu,” papar Pastor dari Ordo Fransiskan-Capuchin tersebut.

Para pelaku bisnis seharusnya saling melayani.  Bersama-sama memberi kemenangan (Win Win Solution). Bukan berebut kemenangan. Bila semua dilakukan secara organis, keselarasan pasti terwujud.  Bisnis yang Anda lakukan pun menjadi berkelanjutan. Sikap pelayanan akan  membuat bisnis Anda selalu dibutuhkan banyak orang.  Rezeki senantiasa mengalir bagi Anda.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s