XS Project

Menggarap Ladang Rezeki Bagi Pemulung

Sampah dan kemiskinan.  Itulah kesan pertama yang berhasil ditangkap saat hijrah ke Indonesia oleh Ann Wizer seorang Visual Artist kelahiran Seattle Washington, Amerika.

Wanita kelahiran tahun 1952 ini menetap di Indonesia pada bulan Juni tahun 2004.  Sebelumnya, ia juga pernah tinggal di Philipina. Sebagai seorang seniman, Ann menggunakan berbagai barang bekas yang didaurulang sebagai media mengekspresikan rasa seni. Sampah plastik salah satunya.  Jenis sampah ini sangat banyak ditemukan di Indonesia.  Di Indonesia, Ann  melihat banyak sampah, orang miskin dan pemulung.  Kenapa saya tidak menaikkan harkat pemulung dengan membersihkan sampah,” paparnya.

Ada 2 bentuk kerja sama dengan pemulung yang dilakukan.  Ann ingin membantu pemulung.  Namun ia juga bercita-cita membersihkan lingkungan.  Ann lalu mulai bertanya kepada pemulung, barang apa yang bisa dikumpulkan, lantas dibeli. Delapan tahun lalu sebelum Ann datang ke Indonesia, pemulung tidak mengumpulkan sampah kemasan sabun, dan pewangi. Namun atas pesanan Ann, sekarang pemulung mulai gemar mengumpulkan sampah itu.  Terciptalah ladang rejeki baru bagi pemulung.

Kegiatan kita sebenarnya bukan julan tas.  Ide Ann adalah menambah penghasilan bagi pemulung dan membersihkan lingkungan.   Hasil dari penjualan produk yang ia buat dipergunakan untuk menyekolahkan anak-anak pemulung.  “Agar mereka kelak tak menjadi pemulung seperti orangtuannya,”papar wanita kreatif itu.

Selama mewujudkan idealismenya, Ann tak sendirian.  Ia bekerjasama dengan berbagai yayasan sekolah Islam, Sekolah SLB tuna rungu Santi Rama, Ibu-ibu istri ojek dan kernet bis, pesantren.  Mereka dilatih menangguk rejeki dengan mencipta berbagai barang kerajinan berbahan baku plastik kemasan daur ulang.

Dulu Ann memiliki 15 karyawan.  Namun sekarang karyawan-karyawan tersebut telah dilepas untuk belajar untuk melakukan bisnis sendiri secara mandiri.  Tentu saja masih di bidang kerajinan daur ulang.

Bisnis ini mudah ditiru.  Sebab, bahan berlimpah dan murah.  Bentuk mudah ditiru. Saat ini sudah banyak yang mengikuti.  Bahkan sudah banyak yang membisniskannya.  Mau tak mau persaingan segera dimulai. Menurut Ann, agar pengerajin plastik daur ulang bisa tetap bertahan,  Desain itu penting.  Desainer harus mampu membuat orang tertarik kepada produknya yang dibuat dari sampah. Produk harus berubah terus.  Usaha seperti ini sangat cocok bagi para desainer Indonesia yang kreatif.  Harus bisa mengetahui keinginan konsumen.

Selain itu, inovasi bahan pun harus dilakukan.  Saat ini Ann bukan semata menggunakan bungkus plastik bekas.  Namun juga menggunakan banner  bekas.  Menurutnya, kain dari banner bekas sangat kuat.  Sangat cocok digunakan untuk membuat berbagai produk.  Misalnya Tas

Strategi lain yang harus ditempuh oleh perajin plastik daur ulang yaitu menejemen pemasaran.  Mereka harus mampu membidik market secara tepat.  Tidak terfokus pada satu pasar.  Dengan demikian pemasaran bisa lebih efektif.  XS Project saat ini lebih banyak membidik market luar negeri.

XS Project memiliki distributor di luar negeri.  Selain senang dengan model produk, konsumen dari produk daur ulang umumnya memiliki kesadaran terhadap lingkungan.  Itu sebabnya, saat ini konsumen masih didominasi oleh manca negara daripada konsumen lokal.  Sebab, masyarakat luar negeri memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup yang lebih baik daripada masyarakat lokal.

Sementara itu, dimata Ann, munculnya pebisnis-pebisnis baru bukan sebuah pesaing.  Pemain baru justru ditanggapi sebagi buah keberhasilan dari idealisme yang selama ini ia tekuni.  Ann hanyalah seorang motivator dan penggerak.  “Kalau pada akhirnya nanti proyek ini bisa menggerakkan bisnis, banyak pemulung yang akan ikut memetik hasilnya.  Kemiskinan bisa dikurangi, Lingkunganpun menjadi bersih,” paparnya.

Setiap bulan menghabiskan sampah sebanyak puluhan ribu .  Satu produk saja butuh 40 lembar sampah plastik.  Kalau kita bikin 400 saja berarti butuh 16.000 lembar.  Bila dikilokan, dalam 1 minggu bisa menghabiskan sampah plastik sebanyak 1 kwintal.  Walau bisa menghabiskan 1 kwintal sampah plastik setiap 1 minggu.  Belum berarti kita bisa membersihkan kota Jakarta dari sampah.  Yang lebih penting adalah kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Ada sekitar 50 macam produk yang dibuat di tempat itu.  Produk terbesar adalah tong sampah yang terbuat dari plastik bekas.  Butuh sekitar 95 lembar kemasan bekas.  Dijual dengan harga Rp 20.000 – 300.000. Proses pembuatan dimulai dengan pengumpulan, dicuci, dikeringkan pemotong dan dijahit. Proses yang lama membuat harganya sedikit lebih mahal.  1 penjahit bisa membuat sekitar 200 – 400 buah tas.  Jumlah tenaga kerja ada 4 orang. Setiap bulan bisa menjual sekitar 600 buah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s