DOC Ayam Kampung

Peluang Besar Peternak Kecil

Bisnis DOC (Day One Chik) berprospek cerah serta bisa memberi untung segudang.  Pesaingnyapun belum banyak.  Namun nampaknya belum banyak pengusaha melirik kesempatan ini.   

 

Saat ini belum ada perusahan besar yang menggarap bidang usaha ini.  Sebab suplai bibit ayam kampung yang berkualitas teruji masih sangat jarang.  Selain itu belum ada peternak yang mampu memroduksi ayam kampung secara masal.  Umumnya, DOC ayam kampung  diperoleh secara kolektif dari beberapa peternak di berbagai daerah yang berbeda.  Kondidi seperti itulah yang menyebabkan mutu DOC ayam kampung menjadi tidak terjamin serta tidak seragam.  Akibatnya perusahaan besar merasa kesulitan memperoleh DOC ayam kampung dan akhirnya enggan menggarap bidang usaha ini.

Dari sisi harga, ayam kampung relatif lebih stabil bila dibanding dengan ayam negeri.  Hal di atas sangat bertolak belakang dengan nilai tawar ayam kampung di pasar.  Harga daging ayam kampung tetap stabil pada kisaran Rp 15 – Rp 17 ribu per kilo.  Harga DOC ayam kampung konstan sebesar Rp 3.500 setiap ekor.  Sebaliknya harga daging ayam negeri sangat fluktuatif.  Yaitu berkisar antara Rp 9.000 – Rp 3500 perkilo.  Sedang harga DOCnya berkisar antara Rp 2500 – Rp 3000 per ekor.

Minimal 1000 ekor

Jumlah permintaan daging ayam kampung juga lebih banyak ketimbang ayam negeri. Hal itu disebabkan karena daging ayam kampung memiliki citarasa yang lebih enak.  Selain itu, daging ayam kampung mengandung kolesterol yang lebioh sedikit bila dibanding dengan daging ayam negeri.

Meski biaya pakan sering melabung namun hal itu masih bisa memberi kemungkinan peternak ayam kampung tetap menikmati manisnya untung.  Keunggulan lain dari ayam kampung adalah menu pakan yang bisa diganti dengan jenis pakan racikan sendiri. Menurut Laurent Arifin, peternak ayam kampung di Serang, Jawa Barat induk ayam kampung bisa tetap produktif jika diberi menu oplosan Pakan Bloiler stater sebanyak 50% , Layer stater 30% serta Dedak sebanyak 20%.   Sementara itu, Hidayat Sugiarto, rekan kerja Laurent menjelaskan bahwa ayam kampung memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat bila dibanding dengan ayam negeri.  Sehingga biaya obat-obatan bisa ditekan.

Jika dinilai dari sisi perputaran modal, pembesaran anak kampung untuk tujuan dipotong lebih cepat bila dibanding dengan usaha DOC ayam kampung.  Namun jika dilihat dari sisi keberlangsungan jangka panjang, bisinis DOC lebih menguntungkan bila dibanding dengan bisnis pembesaran ayam kampung.  Selain itu, risiko usahanyapun relatif lebih kecil.

Untuk memulai bisnis DOC ayam kampung, Lauren menyarankan agar calon peternak memiliki induk minimal sebanyak 1000 ekor,  Serta fasilitas pendukung yang terdiri dari kandang seluas 200 – 250 m, dan mesin penetas berkapasitas 1000 butir.   Harga induk ayam kampung berkualitas baik berkisar antara Rp 35 – Rp 45 ribu.  Mesin tetas bisa dibeli dengan harga berkisar antara Rp 15 – 16 juta.  Disarankan memulai usaha dengan cara memelihara ayam dari kecil (DOC).  Sebab, ayam kampung jika dipelihara dalam satu kandang saat sudah dewasa akan bertarung.  Selain bisa mencegah kerugian akibat pertarungan, cara ini juga dipandang lebih hemat. Karena bisa menekan biaya investasi indukan.

Induk DOC harus bisa dipertanggungjawabkan keasliannya.  Artinya ia harus benar-benar ayam kampung tulen.  Menurut Laurent Arifin, peternak ayam kampung di Serang, Jawa Barat, warna bulu ayam kapung tidak boleh seragam, kulit, daging serta telurnyapun hendaknya juga demikian.   Induk berkaki kuning lebih banyak diminati daripada jenis induk yang memiliki warna kaki lain.  Semisal abu-abu, dan putih.  Hal ini disebabkan karena banyak masyarakat yang menganggap bahwa ayam kampung bekaki kuning mampu mengeluarkan kaldu yang lebih banyak ketimbang jenis ayam kampung yang lain.

Omzet menjanjikan

Perbandingan antara jantan dan betina dalam satu kandang yaitu 2 : 8.  Jadi dalam kandang dihuni oleh ayam jantan sebanyak 200 ekor dan ayam betina sebanyak 800 ekor.    Dalam kandang tersebut sekitar 80% (640) induk betina akan bertelur.  Induk betina produktif pada usia 4 – 12 bulan.  Seekor induk betina memiliki menghasilkan telur sebanyak 8 – 12 butir.  Jadi ayam dalam kandang tersebut menghasilkan telur sebanyak 7680 butir.  Persentase penetasan yang bisa dicapai umumnya sebesar 85%.  Sehingga DOC yang dihasilkan sebanyak 6528 ekor.  Harga DOC ayam kampung adalah Rp 3500 per ekor.  Jadi omzet yang bisa diperoleh dalam sekali penetasan yaitu sebesar Rp 22.848.000.

Telur yang sadah dikumpulkan lalu dibersihkan dengan lap basah.  Kotoran yang masih menempel bisa mengakibatkan telur jadi gagal menetas.  Seusai dibersihkan telur lalu dikeringanginkan dan disimpan dalam ruang yang teduh.  Penyimpanan tidak boleh lebih dari 1 minggu.  Setelah jumlahnya mencukupi, telur lalu dimasukkan kedalam mesin penetas.

Suhu mesin tetas harus dijaga pada titk 37,8C.  “Meleset 0,2 C saja telur banyak yang tidak menatas,” terang Hidayat sambil melongok ke jendela mesin penetas.  Pada hari ke 10 telur diteropong.  Tujuannya untuk mencari telur yang rusak.  Pada hari ke 21 anak ayam sudah menetas.    DOC tersebut lantas di sortir dan diberi vaksin marek dan ND.

DOC yang sudah divaksin siap dikirim.  Anak-anak ayam tersebut dipak dalam sebuah box yang terbuat dari kardus berventilasi.  DOC tidak perlu diberi pakan dan minum.  Mereka mampu bertahan tidak makan dan tidak minum selama 48 jam.

Info

Sortasi DOC

Pusar anak ayam harus bersih dan tidak terdapat noda hitam.  DOC yang memiliki noda dibagian pusarnya bisa dipastikan tidak berumur panjang.  Anak ayam sehat bertabiat lincah serta berbulu tak kusut.  Warna bulu DOC ayam kampung beragam.  Ada yang putih, hitam, cokelat dan lurik.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s