Bio Etanol

Mengubah Krisis Energi Menjadi Peluang Bisnis

 “10 Tahun mendatang, singkong berpotensi besar menjadi primadona produk di bidang agribisnis,” Tutur Adibrata, SE., MM pengusaha bio ethanol di Bogor, Jawa Barat.

        Usaha ini dirintis sekitar 5 tahun lalu. Menurutnya, 50 tahun ke depan bahan bakar fosil keberadaannya akan semakin menipis.  Bahkan semakin boleh dikatakan habis.  “penduduk dunia saat ini berjumlah 7,2 Milyar. Ketika jumlah penduduk semakin besar, cadangan energi justru kian menyusut,”kata Adi.   Awalnya ia menggunakan bahan baku tetes tebu atau molase sebagai bahan baku peracik bio ethanol.  Namun, karena bahan baku ini juga diminati oleh konsumen di luar negeri, maka keberadaan molase semakin berkurang.  “Kalau kita mau beli, harganya pakai dolar.  Jadi jauh lebih mahal dari harga awal.  Keuntungannya jadi sangat tipis,” ujar pria yang akrab dipanggil Adi itu.

Harga molase awalnya berkisar antara Rp 1.000 – 1.200 / kg.  Setelah diekspor, harganya mencapai Rp 1750 / kg.  Plus ongkos transportasi kalau dihitung bisa menjadi Rp 2.000 / kg.  Setelah harga molase melonjak, Adi berupaya mencari bahan baku alternatih.  Maka, ditemukanlah singkong.  Menurutnya, harga singkong di pasaran bervariasi.  “Ada yang Rp 600 – 700, bahkan ada yang Rp 1.000 / kg,” tuturnya.  Harga ditentukan oleh kadar pati dalam singkong.

Sekelas pertamax

Singkong yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan etanol, diparut lebih dulu.  Setelah itu direndam untuk diambil patinya.  Langkah berikutnya, pati yang sudah dipisahkan diubah menjadi sukrosa terlebih dulu dengan bantuan enzim.  Caranya, pati direbus terlebih dulu.  Setelah itu ditambahkan enzim.  Setelah berubah menjadi sukrosa, dilakukan vermentasi.  Proses vermentasi dilakukan selama 3 hari.  Pada hari ke 4, hasil vermentasi direbus, tujuannya untuk melakukan penyulingan pemurnian etanol.

      Penyuilingan ini menghasilkan ethanol menjadi beberapa macam.  Dibedakan berdasarkan kadarnya.  “Destilasi biasa umumnya menghasilkan 60%. Untuk mendapatkan ethanol dengan kadar 96%, penyulingan harus dilakukan sebanyak 2 kali.  Etanol berkadar 96% dijual seharga Rp 8500 / liter.  Ada banyak manfaat  ethanol.  Cairan mudah menguap ini dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.  Ethanol 98% memiliki daya bakar sama dengan pertamax.  Manfaat lain dari ethanol yaitu sebagai pelarut industry kosmetik.  Selain itu, ethanol juga dimanfaatkan untuk tisu basah dan bahan saus pada filter rokok.  Bidang kulinerpun membutuhkan bahan ini.

Awalnya, bisnis ini dirintis dengan kapasitas rumahan.  Produksi / hari berkisar anatar 50 – 70 liter.  Usahanya it uterus berkembang.  Dimulai dari 200 liter , terus berkembang 500 liter / hari.  Saat ini kapasitas produksi ethanol yang dihasilkan mencapai 2000 – 3000 liter / hari.  “Saat ini permintaan terus bertambah.  Mesin kami ubah menjadi lebih besar.  Kedepannya kami harus bisa memproduksi 5.000 – 7.000 liter / hari,” kata Adi optimis.

Singkong dibedakan menjadi 2 macam.  Singkong kadar pati 20% dan 30 – 40%.  Singkong dengan kadar pati 20% sebanyak 6 -8 kg menghasilkan ethanol sebanyak 1 liter.  Sementara itu, singkong dengan kadar 30 – 40% sebanyak 3-4 kg menghasilkan ethanol sebanyak 1 liter.  Sementara itu, molase sebanyak 2,5 – 3 kg menghasilkan etanol sebanyak 1 liter.

Varietas singkong yang digunakan yaitu varietas akuolasia.  Varietas lain yaitu Singkong Thailand. Varietas Thailan ini dibedakan menjadi 2 varian.  Yaitu Thailand I dan Thailand II.   Singkong Thailand I usia 6 bulan sudah bisa dipanen. Kandungan patinya 30 – 40%. Varian thailan II memiliki kandungan pati 40 – 50%.  Usia panen hingga 1 tahun.  Perbedaan yang lain terletak pada berat / singkong.  Thailand I bobotnya 3 – 3,5 kg / batang singkong.  Sedangkan bogor II bobot singkongnya 20 kg / batang.

Kandungan pati dapat ditentukan melalui kenampakan.  Umumnya, singkong yang memiliki kandungan air banyak, kandungan patinya berkisar antara 16 – 12%.  Daging singkong yang mengandung zat pati banyak berwarna putih.  Semakin transparan atau bening, berarti kandungan pati yang dimiliki kian sedikit. Pati kualitas 1 dijual sebagai tapioka.  Sedangkan pati kelas 2 – 4 digunakan sebagai bahan etanol.

Pola kemiteraan

Untuk memenuhi kebutuhan singkong, PT Energi Karya Madani bekerjasama dengan petani plasma dan investor. Disarankan, pengusaha bio ethanol memiliki lahan singkong sendiri.  Dengan cara seperti ini pengusaha tidak dipermainkian oleh harga.  Investor hanya tinggal menanamkan modal sebesar Rp 25 juta / ha.  Mereka dijamin memperoleh hasil panen singkong minimal sebanyak 120 ton. Harga 1 kg singkong dibandrol Rp 400.  “Sudah hampir 3 tahun kami bermitera dengan investor.  Rata-rata hasil panen mereka berkisar antara 250 – 300 ton / ha.  Dalam 1 ha ditanami singkong sebanyak 10.000 pohon.  Setiap pohon menghasilkan 20 – 25 kg singkong.  Kalau dibandingkan dengan deposito di bank yang hanya berkisar 8 – 10 %/ tahun kita masih lebih menjanjikan,” tutur Adi.

Hasil panen tersebut bisa dinikmati setiap 10 – 11 bulan sekali plus pengolahan lahan selama 1 bulan. Usia panen yang terlalu lama bisa membuat zat pati yang terkandung dalam singkong berkurang.  Sebab diubah menjadi serat.  Tentang soal kemanannya, Adi mengatakan, investasi singkong sangat aman.  Pasalnya, daya tahan tanaman ini sangat baik.  Memiliki daerah persebarang yang luas.  Mulai  dari dataran tinggi hingga dataran rendah.  Saat ini luas lahan mitera telah mencapai 700 ha.

      Investor diwajibkan menjenguk kebun setiap 1 bulan sekali.  Selain itu, investor juga diwajobkan datang saat proses pemanenan hingga penimbangan hasil panen.  “Investor tidak boleh meminta hasil panen.  Kan sudah dibeli.  Hasil panen sepenuhnya menjadi milik kami,” kata Adi.   Jambu Mete juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku etanol. Tanpa melalui fermentasi sudah mengandung etanol.  Pada dasarnya buah-buahan bercitarasa manis bisa digunakan sebagai bahan baku.

Energi yang bersumber dari Nabati memberikan dampak paling bagus bila dibandingkan dengan sumber energy yang lainnya.  Salah satunya yaitu bio ethanol yang berasal dari singkong.  “Singkong ini akan memberikan dapak positif terutama bagi petani. Kapasitas pabrik : 99.9%, 5000 liter / hari.  Membutuhkan singkong sebanyak 35 ton / hari.  Saat ini perusahaan ini memiliki sekitar 2000 Ha lahan singkong.  Yang telah ditanami seluas 700 ha.  “Bila diasumsikan biaya tanamnya sebesar Rp 25 juta / hektar, Kalau dapat 250 ton kan dapat hanya Rp 100 rupiah harga singkong / kg.  Menurutnya untuk menghasilkan etanol sebanyak 1 liter, dibutuhkan singkong sebanyak 7 kg. atau 1 : 7.

Cara memasyarakatkan dan memasarkan bio ethanol dilakukan melalui penjualan kompor etanol 80%. Etanol 80% tersebut dijual seharga Rp 5.500 / liter.  Bahan bakar sebanyak itu memiliki daya bakar selama 6 jam.  Bila dibandingkan dengan minyak Pertamina 1 liter dihargai Rp 9000 / liter dengan daya bakar 2,7 jam / liter.  Selain itu, kompor bio ethanol mengandung risiko kebakaran yang lebih kecil bila dibanding dengan kompor minyak tanah maupun kompor gas.  Pasalnya, ethanol memiliki daya leak yang lebih kecil dari 2 jenis bahan bakar tersebut.  Selain itu Adi juga melakukan pemasaran dengan kemitraan atau agen.    Saat ini produknya telah beredar di Bogor, Jakarta, Sukabumi, Cianjur .  Ia mengaku telah memiliki sekitar 15 agen.

Memperbanyak Hasil Panen

  1.  Panjang stek 30 – 35 cm
  2. Pilih bibit unggul
  3. 5 cm dari pangkal stek dilukai sebanyak mungkin.  Tiap titik luka akan menghasilkan singkong. Agar ukuran umbi besar, jumlah luka optimal yaitu 20 – 25.

6 thoughts on “Bio Etanol

  1. pak mohon pencerahan”
    saya berminat dg pola kemitraan tanam singkong yg telah bapak kelola, namun sayang itu hanya untuk wilayah bogor- sukabumi aja. bagaimana saya yg ada di cilegon-pandeglang -lebak -labuan banten ? jika pola kemitraannya di rubah dengan menerima hasil panen aja gimana pak, kemungkinan besar banyak sekali yang berminat.
    tks ( ewanridwan@gmail.com )0817121508

    • Bapak bisa menghubungi Bio Energi, Energi Karya Madani. Bpk. Adibrata, SE., MM. Jl. Mayjend. HE. Sukma KM 2 No 19, Ciawi, Bogor. Telp. (0251) 842520.

      Terimakasih telah berkunjung di blog ini.

      Untuk informasi singkat bisnis kreatif silakan ikuti di

      Twitter : @inovasi_bisnis

      FB: Inovasi Bisnis

  2. saya berminat investasi pa,,,bagaimana caranya ,,karena saya berada di kalimantan,,,saya bca ikalan investasi di majalah trubus…minta penjaelasan makasih

    • Bapak bisa menghubungi Bio Energi, Energi Karya Madani. Bpk. Adibrata, SE., MM. Jl. Mayjend. HE. Sukma KM 2 No 19, Ciawi, Bogor. Telp. (0251) 842520.

      Terimakasih telah berkunjung di blog ini.

      Saran saya, sebaiknya sebelum berinvestasi, sebaiknya Bapak menemui atau mencari terstimoninya terlebih dulu. Testimoni orang yang sudah sukses ikut berinvestasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s