Urchin Indonesia

Pionir Peternak Bulu Babi di Indonesia

Sumber : foodsnaps.posterous.com

Sukses tidak selamanya diukur dengan besarnya uasaha.  Berani memulai sesuatu dari yang belum pernah dilakukan juga merupakan sukses.  Yuri Pratama Boleh dikatakan sebagai pionir peternak bulu babi di negeri bahari ini.

“Bulu Babi, buat apa Yur?” Tutur pria pemenang lomba ide kewirausahaan yang digelar oleh Wismilak Diplomat  Menirukan Menteri Kelautan dan perikanan saat Yuri berusaha mencari informasi tentang bulu babi.  Hal ini mencerminkan informasi yang minim tentang bulu babi.  “Jangankan Pak menteri, coba tanyakan kepada Mbah Google.  Informasi bulu babi sangat minim dipaparkan,” imbuh Pria ulet itu.

Minimnya informasi tak membuat Yuri menciut nyali usahanya. Ia justru menangkapnya sebagai sebuah peluang.  “Kalau tak ada informasi, mau tak mau sumber reverensinya adalah mencoba, try and error,” tutur lulusan Fakultas Fisip Universitas Indonesia Teresbut.  Yuri sebenarnya sama sekali tak memiliki latar belakang perikanan.  Awalmula ia berbisnis di bidang Eco Tourism.  Saat itu ia mendapatkan sebuah proyek di Pulau Menjangan di Bali.

Sampah laut

Di tempat usahanya itu, ia berinteraksi dengan kelompok nelayan lokal.  Nelayan-nelayan tersebut sudah sangat menyadari keberadaan terumbu karang sebagai sebuah aset.  Sehingga mereka sangat intensif dalam menjaga kelestarian terumbu karang.  Namun demikian, salah satu penganggu kelestarian terumbu karang adalah bulu babi.  Hewan ini gemar merusak terumbu karang.  “Disamping menganggu terumbu karang, populasi bulu babi yang terlalu banyak  juga membuat wisatawan jadi enggan berkunjung ke sebuah pantai.  Karena takut terkena durinya yang beracun,” tutur pria yang akrab dipanggi Yuri ini.

Foto : Koleksi Yuri Pratama

Menurut pengamatan yang dilakukan Yuri, nelayan di Pulau Menjangan rutin mengumpulkan bulu babi.  Kemudian dibakar dan dibuang dikubur di dalam pasir.  Kebiasaan masyarakat seperti ini membuat Yuri tergugah mencari potensi yang dimanfaatkan dari bulu babi.  “Masa sih nggak bisa dimanfaatin? Padahal cangkangnya saja bisa dibuat hiasan yang menarik,” tuturnya.  Mulanya, Yuri tidak mengetahui bahwa satwa ini bisa dimakan.  Kemudia Yuri melakukan ekspolari lahi.  Telur dari bulu babi bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang kaya gizi.  Pasar telur bulu babi jelas.  Bahkan banyak diminati untuk keperluan ekspor.  Harganya pun  sangat tinggi.

Ia juga menuturkan, untuk memulai usaha ini teramat  berat.  Pasalnya untuk mendapatkan dukungan dari pihak luar itu sulit diperoleh.  “Banyak yang skeptik, ngapain sih bulu babi dibudiyain saja, aneh-aneh saja,” tuturnya menirukan.  Hewan ini tidak memiliki daging.  Jadi yang bisa dimanfaatkan adalah telurnya.  Yuri tahu bahwa binatang ini bisa dimakan sejak tahun 2009.

Pengetahuan tersebut bersumber dari berbagai sumber.  Setelah tahu bisa dimakan, Yuri lalu mencari tahu prospek pasar dan target pasar.  Yuri pun memulai melakukan usahanya.  Untuk melakukan aksi usaha tersebut, Yuri masih harus menghadapi tantangan lain.  Yaitu mencari lokasi yang sesuai.  Akhirnya ia memilih kepualauan seribu sebagai tempat usahanya.  Alasanya, lokasi tersebut  dekat dengtan Jakarta yang ia anggap sebagai gerbang pasar yang potensial.  Disamping itu, kepulauan seribu memiliki potensi yang besar untuk beternak bulu babi. Dari sekian banyak gugusan kepualaun seribu tersebut, Yuri masih harus memilih satu persatu, pulau mana yang paling ideal.  Pulau tidung dipilih sebagai gugusan pertema yang cocok digunakan sebagai lokasi budidaya bulu babi.  “ Lokasi tersebut sudah ada listrik, sarana transportasi, serta memiliki SDM yang memadai.

Meski pulau sudah ditemukan, tantangan ternyata belum habis juga.  Yuri masih harus pandai-pandai melobi masyarakat.  Menurut pengalamannya, hal itu tidak mudah dilakukan.  Pasalnya sudah banyak masyarakat yang terlalu sering dikecewakan oleh pihat-pihak luar.  “Umumnya program pemerintah yang tak jelas.  Hanya membuang-buang uang namun tidak memiliki kejelasan keberlangsungannya,” tuturnya.

Untuk meyakinkan nelayan, Yuri memiliki tips.  Menurutnya, masyarakta nelayan memiliki karakter yang pragmatis.  Jadi,  Yuri harus meyakinkan nelayan bahwa program yang dijalankan bisa memberikan hasil kepada mereka.  Di pulau tidung, Yuri memiliki 2 kelompok nelayan pembiyak bulu babi dan dipulau panggang ada 1 kelompok.

Sejak awal, saya mengkonsepkan bulu babi sebagai produk budidaya.  Jadi tidak tergantun dari hasil penangkapan dari alam,” imbuhnya. Dengan cara seperti ini, kelestarian lingkungan bisa dijaga.  Saat ini pembudidayaan bulu babi dilakukan di 3 Pulau yang tersebar di kepaluan seribu.  Yaitu Pula Tidung, pulau panggan dan pulau pari.

Telur Bulu babi kaya Gizi.  Syarat dengan protein, asam amino, mineral, dan zat besi.  Selain dimanfaatkan sebagai bahan pangan, produk ini juga dikembangkan sebagai bahan baku pembuat ramuan pendongkrak vitalitas.  “Sekarang saya sudah bekerjasama dengan salah satu pabrik pembuat ramuan penambah vitalitas yang berlokasi di Semarang,” tutur pira kreatif ini.

Bulu babi sebenarnya merupakan hewan yang rajin melakukan perkembang biakan.  “Tidak ada musim.  Biasanya mereka bereproduksi saat bulan purnama berlangsung, imbuh Yuri.   Di Indonesia, boleh dikatakan Yurilah perintis beternak bulu babi.  Oleh karena itu, ia mengakui bahwa butuh banyak proses panjang untuk melakukan try and error.  Pasalnya belum ada yang melakukannya.  “Sepanjang 2010 kemari saya melakukan banyak try and error.  Hasilnya, kami mendapatkan data musim panennya.  Februari- Maret,  Juni – Juli dan Bulan November.

Namun demikian, hal tersebut masih butuh validasi lebih lanjut.  Yuri pun saat ini terus melakukan penelitian untuk hal tersebut.  Seeekor bulu babi seberat 300 gr, dapat menghasilkan telur sebanyak 25 – 35% dari total beratnya.  Yuri melakukan panen selama 3 – 4 bulan sekali.  Yuri menargetkan mampu menghasilkan telur minimal sebanyak 300 kg dalam sekali panen.  Di pulau Panggang, tambaknya berkapasitas 30.000 ekor bulu babi.

Lintas Laut

Sistem kerja sama yang terbentuk dengan nelayan yaitu bagi hasil.  50 % keuntungan untuk nelayan, dan 50% keuntungan untuk Yuri.  Seekor bulu babi hidup seberat 300 gr dihargai 1 dolar US.  Untuk bulu babi yang kualitasnya kurang bagus, umumnya dijual dalambentuk kering.  Dihargai Rp 180.00 – 230.000 / kg.  Yuri mengaku sudah melakukan 2 kali panen raya.  Disamping panen-panen kecil yang rutin dilakukan setiap bulan.

Awalnya Yuri membidik pangsa pasar restoran sushi.  Namun setelah terus mencari pasar, akhirnya ia menemukan peluang yang lebih besar yaitu di bidang Farmasi. Yuri harus hilir-mudik dari Jakarta – Kepualuan seribu.  Perjalanan lintas laut ini ia tempuh 2 kali dalam seminggu.  Faktor musim sangat berpengaruh.  Terutama saat cuaca buruk.  Setiap Bulan, Yuri harus mampu menyuplai bulu babi sebanyak 30 – 50 kg.  Setiap kg dihargai Rp 200.000 – 300.000.  Pendapatan itu di luar hasil yang diperoleh dari bulu babi kering.

Untuk mengatasi cuaca buruk.  Menggunakan kolam beton.  Sehingga kondisi lingkungan bisa diatur.  Upaya pemanfaatan”sampah laut” tersebut menjadi rezeki bagi nelayan yang berhasil menjadikan Yuri sebagai pemenang dalam kompetisi Diplomat Succes Chalenge 2010.

Beberapa negatra penghasil blu babi yaitu Amerika Utara, Chili, Kanada, Eropa Utara, Rusia, Jepang dan Pilipina. “Kok di Asia Tenggara justru Pilipina yang sebagai penghasil bulu babi.  Kok bukan Indonesia, padahal negara ini memiliki garis pantai nomor 2 terpanjang di Dunia,” tutur Yuri.  Menurutnya, Indonesia sangat potensial digunakan sebagai lokasi beternak bulu babi.  Terutama di kawasan Indonesia Timur.  “Kami sudah ada partner di Maluku dan Makassar  yang akan segera memulai mengembangkan usaha ini,” imbuh Yuri.

Ia mengaku pernah sempat menghentikan usahanya selama 1 bulan karena mengalami kekacauan dalam hal cash flow.  Untuk memulai sesuatu hal yang baru dibutuhkan try and error yang sangat besar.  Terutama hal yang belum banyak bahkan belum pernah dilakukan oleh orang. Yuri terus berfikir untuk mengatasi hal tersebut.  Opsi jalan keluar salah satunya adalah menarik peran investor. Namun demikian, upayanya itu terganjal.  Sebab umumnya perusahaan meminta sebuah gambaran analisa usaha. Hadiah dari kemenangan dalam lomba yang diselenggarakan oleh Diplomat, memberikan nafas tambahan bagi Yuri.  Selain modal usaha, perlombaan tersebut juga membuat Yuri memperoleh kepercayaan dari orang lain.  Saat ini ia sedang berusaha bekerjasama dengan Korea yang meminta suplai bulu babi sebanyak ½ ton / 2 bulan.

Konsumen terbesar adalah Jepang.  Negara ini membutuhkan pasokan bulu babi sebanyak 80.000 ton / bulan. Pemasok utamanya dalah Amerika.

Manfaat Bulu Babi

Gonad bulu babi atau juga dikenal sebagai landak laut merupakan salahsatu komoditas hasil laut yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan pangan.  Gonad bulu babi adalah telur yang merupakan sumber nutrisi untuk perkembangan embrio.  Berkandungan protein tinggi, rendah kolesterol,  bermanfaat untuk vitalitas, mampu mengatur metabolism, kolesterol dan menurunkan tekanan darah.

Komposisi

Asam amino, vitamin A, B komplek dan mineral.  Diantaranya: zat besi, seng, dan selenium

Nama-nama bulu babi

Nama Ilmiah : Echinus melo

Nama Inggris : Sea Urchin

Nama Indonesia : Lamdak Laut atau Bulu babi

Klasifikasi

–          Kingdom : Animalia

–          Phylum : Echinodermata

–          Subphylum : Echinozoa

–          Kelas : Echinodermata

8 thoughts on “Urchin Indonesia

  1. .. blehh tag q mintaa numpzz hpp orr almatt eangkk bizaa di hubungi langsungkk k’qmu qakk::

    .. coal.a,,, mama q mw tw cara entt tw lbihh dlam lagie,,,,::

    .. TOLONGK Ia…..
    hubungi d’082198753219 dengan ibu INNA d’biaq (PAPUA) !

  2. mlam..bsa mnta alamat email’y pak Yuri ya..soal’y Q ingin lbih tw cara merawat n pembiakan bulu babi ( di manokwari bulu babi d sebut dgn nama duri babi ) ma kasih sebelumnya pak…

    • Terimakasih sudah berkunjung di Lumbung Usaha. Nomor Kontak Pak Yuri Pratama (021) 71295488, atau 081310769260 ,

      BILA BERKENAN, MOHON BERGABUNG DI TWITTER : @inovasi_bisnis terimakasih & sukses selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s