Wedang Uwuh

Minuman Mirip Sampah Penuh Khasiat

Meskipun disebut uwuh atau sampah, namun citarasa minuman ini sungguh menyegarkan. Syarat khasiat serta mengandung janji bisnis menggiurkan.

Mengangkat kembali minuman tradisional menjadi tren ternyata bisa memberikan rezeki yang menjanjikan.  Bisnis wedang uwuh ditekuni oleh Retnosyari Septiani sejak tahun 2008.  Namun penelitian telah dilakukan sejak tahun 2007.  Penelitian tersebut bertujuan untuk mencari kandungan anti oksidan dalam wedang uwuh.  Produk ini sudah diteliti secara klinis.  Wedang uwuh terbuat dari beberapa campuran rempah- rempah.  Meliputi jahe, kayu secang, kayu manis, daun pala, daun cengkeh, dan gagang cengkeh.  Kaya anti-oksidan dan minyak atsiri.  Berkhasiat untuk menghangatkan badan.  Aromanya pun berkhasiat aroma terapi.  Mengobati lelah, masuk angin dan mencegah radang tenggorokan.

Minuman ini berasal dari Imogiri, Bantul,  Yogyakarta.  Pada tahun 1630, Sultan Agung sedang bersemedi, meminta pelayan untuk membuatkan minuman.  Namun saat malam hari, banyak dedaunan yang masuk ke dalam gelas.  Namun rasanya justru menjadi Enak.  Pada tahun 2009 mulai membentuk minuman wedang uwuh instan yang siap seduh.  Saat ini ia memproduksi wedang uwuh dengan 5 variasi.  Ingin mengambangkan minuman yang memiliki unsur budaya Yogyakarta. Bisnis seperti ini harus diiringi dengan upaya edukasi masyarakat.  Agar mengetahui manfaat serta khasiat dari minuman wedhang uwuh.  Saat ini kapasitas produksinya telah mencapai : 1000 pack.

Bahan baku diperoleh dari pasar Bering Harjo Yogyakrta.  Beberapa bahan juga diambil dari petani dari Kendal.  Bahan yang dikumpulkan tidak boleh berjamur.  Modal awal : Rp 5 juta dari dana Hibah , Dinas P&K propinsi Yogyakarta.  Harga produk celup Rp 7.000 – 10.000.  Kapasitas produksi 300 pack / hari. Omzet Rp 15 juta / bulan.

Pemasaran dengan cara konsinyasi kepada supermarket, toko.  50% penjualan juga berasal dari pemesanan cash & carry.  Produk wadhang Uwuh yang ia buat juga dijual dalam bentuk curah.  “Biasanya ada yang membeli curah dan dikasih label sendiri,” tutur Retno  Saat ini pemasaran baru mencakup area Jawa Tengah.  Sehingga masih terbuka lebar untuk keagenan yang berminat ikut memasarkan produk ini. Tantangan yang dihadapi yaitu harga bahan baku yang cenderung semakin naik.  Diatasi dengan cara tidak menggantungkan kepada 1 suplayer saja.  Setiap bulan, usaha ini membutuhkan 1 ton jahe emprit setiap bulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s